Minggu, 17 Juni 2012

Albert Einstein


Albert Einstein lahir di Ulm di kerajaan Württemberg pada masa kekaisaran Jerman pada tanggal 14 Maret 1879. Ayahnya adalah Hermann Einstein, seorang salesman dan insinyur. Ibunya adalah Pauline Einstein (née Koch). Pada tahun 1880, mereka sekeluarga pindah ke Munich, dimana ayah dan pamannya mendirikan Elektrotechnische Fabrik J. Einstein & Cie, sebuah perusahaan yang memanufakturi peralatan listrik.
Albert Einstein adalah seorang ahli Fisika Teori yang mengembangkan teori relativitas umum yang berpengaruh dalam revolusi Fisika. Berdasarkan hasil kerjanya, Einstein dihargai sebagai bapak Fisika modern. Salah satu dari rumusnya yang paling terkenal adalah E=mc2. Tahun 1921 dia menerima penghargaan Nobel dalam bidang Fisika. Di kemudian hari ia menerbitkan teori quantum dalam Fisika.


Sir Isaac Newton


Isaac Newton lahir pada tanggal 4 Januari tahun 1643 yang sebelumnya pernah dinyatakan lahir tanggal 25 Desember 1642 di Woolsthorpe Manor di Woolsthorpe di sebelah Colsterworth, sebuah desa kecil di negara bagian Lincolnshire. Pada saat kelahiran Newton, Inggris belum mengadopsi sistem Gregorian Calendar dan oleh karena itu, tanggal kelahirannya di catat dengan tanggal Natal, 25 Desember 1642. Newton lahir tiga bulan setelah kematian ayahnya yang juga bernama Isaac Newton. Lahir secara prematur, Isaac memiliki badan yang sangat kecil. Ibunya bernama Hannah Ayscough.
Isaac Newton adalah seorang Fisikawan, Astronom, Filsuf Natural, ahli Matematika, Kimia dan Teologi yang pernah dianggap banyak orang sebagai imuwan terhebat dan berpengaruh paling besar yang pernah ada. Monograf buatannya, Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687, membantu perkembangan sebagian besar mekanika klasik. Dalam kerjanya, Newton menjelaskan tentang gravitasi universal dan tiga hukum gerak  yang mana mendominasi pandangan tentang fisika alam semesta selama 300 tahun kedepannya.



Al-Farabi


Al-Farabi (Abū Naṣr Muḥammad ibn Muḥammad Fārābī) yang juga dikenal sebagai Alpharabius di negara-negara barat, menurut kalender Farāb, lahir tahun 872 (sekitar 14 Desember, 950 dan 12 Januari 951 menurut kalender Damaskus). Menurut karya tulis berjudul Wafayāt dari sejarawan Turki yang bernama Ibnu Khllikan, Al-Farabi lahir di desa kecil bernama Wasij di dekat Fārāb yang sekarang dikenal sebagai  Otrar di Kazakhstan. Namun pernyataan tersebut dikritisi oleh Dimitri Gutas dan professor dari Oxford bernama C.E. Bosworth karena Ibnu Khillikan memberikan tambahan nama Al-Turk pada nama Al-Farabi. C.E. Bosworth menyatakan bahwa para pelajar Turki memiliki antusias yang terlalu tinggi sehingga mengkaitkan tokoh-tokoh hebat seperti Al-Farabi, Al-Biruni dan Ibnu Sina dengan ras Turki.
Al-Farabi adalah orang Persia (Iran) atau Turki yang merupakan seorang ilmuwan dan filsuf Islam. Dia juga merupakan ahli Kosmologi, logika dan pemusik. Melalui tulisan-tulisan yang dibuatnya, Al-Farabi dikenal dengan baik oleh ilmuan-ilmuan Islam masa pertengahan sebagai “The Second Teacher”, penerus Aristoteles “The Second Teacher”. Salah satu dari karya-karya tulisnya antara lain adalah The Necessity of the Art of the Elixir.


Al-Kindi


Abu Yusuf Ya’qūb ibn Isḥāq al-Sabbah al-Kindī dengan nama latin Alkindus lahir tahun 801 CE di Kufa dan meninggal pada tahun 873 CE dan dikenal sebagai “Filsuf Arab”. Al-Kindi bergerak dalam bidang filosofi, Matematika, Fisika dan musik. Ia merupakan filsuf pertama yang berpindah-pindah tempat dan diangkat sebagai “Bapak filosofi Islam / Arab” karena sintesis, adaptasi dan pengenalan dunia Islam yang dilakukannya terhadap Yunani dan filosofi Hellenistic.  Ayahnya adalah gubernur di Kufa.
Dalam bidang Matematika, Al-Kindi berperan penting dalam memperkenalkan angka-angka India kepada dunia Islam dan Kristiani. Dia merupakan penggerak dalam bidang cryptanalysis dan menemukan beberapa metode untuk memecahkan cara menerjemahkan kode. Dengan menggunakan kemampuan medis dan Matematika yang dimilikinya, ia berhasil membuat suatu skala yang membuat para dokter dapat menghitung potensi yang dimiliki oleh obat-obatan mereka.
Ia juga membuat ratusan karya tulis original mulai dari yang membahas metafisika, etika, logika, psikologi, obat-obatan, Farmasi, Matematika, Astronomi, Astrologi dan Optik. Karya tulisnya juga meluas kepada topik-topik aplikatif seperti mengenai parfum, pedang, permata, kaca, cat, Zoologi, gelombang, cermin, Meteorologi dan gempa Bumi.

Ibnu Sinā


Abū ‘Alī al-Ḥusayn ibn ‘Abd Allāh ibn Sīnā lahir tahun 980 di Afshana dekat Bukhara dan meninggal pada tahun 1037 di Hamadan di Iran. Dikenal dengan nama Ibnu Sīnā dengan nama latin Avicenna. Dia adalah seorang Polymath yag menulis hampir 450 karya tulis dengan subjek pembahasan yang luas. Hanya 240 karya tulisnya yang tersisa, 150 dari yang tersisa merupakan karyanya yang berfokus pada bidang filosofi dan 40 tulisan lainnya mengenai obat-obatan.
Karya tulisnya yang paling terkenal adalah The Book Of Healing, sebuah ensiklopedi ilmiah yang filosofis dan The Canon Of Medicine yang dulu digunakan sebagai referensi umum di berbagai universitas pada masa pertengahan seperti universitas Montpellier dan Leuven pada tahun 1650 karena The Canon Of Medicine menyediakan sistem obat menurut disiplin ilmu dari Galen dan Hippocrates yang lengkap.

Karya tulisnya meliputi bidang filosofi, Astronomi, Kimia, Geologi, Psikologi, Theologi Islam, logika, Matematika, Fisika dan Puisi. Dia dinobatkan sebagai seorang Polymath yang paling terkenal dan berpengaruh besar dalam masa kejayaan Islam.


 

BEKAM


Cupping Therapy adalah metode pengobatan kuno dimana beberapa area tertentu di bagian kulit pasien disedot. Proses penyedotan menggunakan berbagai cara, bisa dengan api atau alat-alat mekanik (Pompa elektrik / Pompa Manual). Para praktisi meyakini bahwa metode ini dapat menggerakkan aliran darah untuk melakukan penyembuhan. Di beberapa daerah, Cupping Therapy dikenal juga dengan nama Hijamah, kavaa, singhi, baguan/baguar, badkesh, banki, bahnkes, bekam, buhang, bentusa, kyukaku, gak hoi dan lain-lain.
Ada dua jenis Cupping Therapy (Bekam), yaitu bekam kering (Dry Cupping) dan bekam basah (Dry / Bleeding Cupping). British Cupping Society (BCS), sebuah organisasi yang mempromosikan praktik bekam, mengajarkan keduanya. Sebagai peraturan umum, bekam basah digunakan untuk perawatan medis yang lebih cenderung ke mengobati penyakit, sedangkan bekam kering hanya untuk terapi dan relaksasi.
Diduga bahwa praktik bekam sudah ada semenjak tahun 3000 SM, bukti sejarah Ebers Papyrus, salah satu dari catatan medis tertua di dunia menjelaskan bahwa pada tahun 1550 SM, bangsa Mesir menggunakan bekam. Para arkeolog menemukan bukti di China bahwa Yunani kuno menggunakan bekam semenjak tahun 1000  SM. Mereka menjelaskan bahwa Hippocrates menggunakan bekam untuk penyakit-penyakit dalam dan struktur tubuh pada tahun 400 SM.
Meskipun bekam mungkin sudah digunakan semenjak ribuan tahun yang lalu, penggunaan bekam yang di dokumentasikan untuk pertama kalinya terdapat di dalam ajaran Nabi Muhammad SAW. Menurut Muhammad al-Bukhari, Muslim ibnu al-Hajjaj Nishapuri dan Ahmad ibnu Hanbal, Muhammad SAW merestui adanya praktik bekam yang dikenal dengan nama Al-Hijamah.


AKUPUNTUR


Akupuntur adalah metode pengobatan alternatif yang berasal dari China kuno yang merawat pasien dengan cara memasukkan jarum kepada titik-titik akupuntur di kulit pasien. Menurut pengobatan tradisional China, menstimulasi titik-titik ini dapat memperbaiki ketidak seimbangan arus Qi yang mengalir di jalur meridian. Akan tetapi, penelitian ilmiah belum berhasil menemukan korelasi sejarah atau fisiologi mengenai Qi.
Teori umum akupuntur menjelaskan bahwa bagian tubuh yang memiliki fungsi, dilalui oleh energi yang disebut dengan Qi yang mengalir di seluruh tubuh. Gangguan terhadap arus Qi inilah yang diyakini dapat menyebabkan penyakit. Akupuntur memiliki berbagai macam prosedur dengan tujuan untuk memperbaiki arus Qi dengan stimulasi beberaba daerah anatomi tubuh / titik akupuntur yang berada di bawah kulit dengan berbagai macam tekhnik. Umumnya, mekanisme akupuntur menggunakan jarum tipis yang terbuat dari logam yang dimanipulasi secara manual maupun elektrik.
Catatan tertulis yang paling tua mengenai akupuntur ditemukan di Huangdi Neijing. Namun catatan tersebut tidak membedakan antara akupuntur dengan moksibusi dan memberikan indikasi yang sama untuk kedua jenis perawatan tersebut. Akan tetapi, pada akhirnya akupuntur menggantikan moksibusi sebagai terapi pengobatan yang lebih utama dikarenakan tatanan praktiknya yang lebih sistematis.